Kamis, 14 April 2011

COBOL

1.1 Sekilas Program COBOL

COBOL (Common Business Oriented Language) adalah Bahasa Tingkat

Tinggi (High Level Language) yang berorientasi pada persoalan – persoalan

bisnis.

1.2 Struktur Program COBOL

Secara keseluruhan pada intinya struktur program COBOL dibagi menjadi 4

bagian yang disebut DIVISION*. Masing – masing divisi dimulai dengan judul

divisi. Struktur program COBOL adalah sebagai berikut :

1. IDENTIFICATION DIVISION.

2. ENVIRONMENT DIVISION.

3. DATA DIVISION.

4. PROCEDURE DIVISION.

Berikut secara singkat kegunaan dari masing – masing divisi :

1. IDENTIFICATION DIVISION

Berisi informasi tentang identitas program bersangkutan (nama program, nama

pembuat, tanggal program dibuat, dll). IDENTIFICATION DIVISION tidak

mempunyai pengaruh terhadap proses program, hanya sebagai identifikasi.

2. ENVIRONMENT DIVISION

Berisi informasi tentang keadaan komputer dan alat – alat yang digunakan.

Divisi ini terdiri atas 2 section yaitu :

· CONFIGURATION SECTION

Berisi informasi mengenai komputer yang digunakan.

· INPUT – OUTPUT SECTION

Menerangkan peralatan yang digunakan untuk memproses file, baik

peralatan input juga peralatan output

3. DATA DIVISION

Divisi ini terdiri dari beberapa section yaitu :

· FILE SECTION

Digunakan untuk menjelaskan masing – masing file (nama file, nama

record dalam file, jenjang item dalam record dan ukuran data item) yang

digunakan dalam program.

· WORKING – STORAGE SECTION

Digunakan untuk mendeklarasikan variabel – variabel yang diperlukan

dalam program beserta tipe dari variabel tsb.

· SCREEN SECTION

Digunakan untuk merancang tampilan input data maupun output

program.

· LINKAGE SECTION

Digunakan untuk menerangkan data yang mempunyai hubungan dengan

program lain.

· REPORT SECTION.

Digunakan untuk menggambarkan bentuk dan laporan yang akan dicetak.

4. PROCEDURE DIVISION

Divisi ini adalah inti dari pemrograman COBOL karena semua prosedur

pekerjaan proses dari input data menjadi output.

Catatan :

Dalam pembuatan program COBOL ke-4 judul divisi tersebut HARUS DITULIS.

*Referensi By Dosen Gunadarma

Sekilas Tentang Bahasa C

Sejarah Perkembangan Bahasa C

Berasal dari bahasa BCPL (Basic Combined Programming Language)oleh MARTIN RICHARD, Cambridge tahun 1967. KEN THOMPSON membuat bahasa B untuk dipakai pada komputer DEC PDP -7 di bawah sistem operasi UNIX pada Bell laboratory, Murray Hill, New Jersey tahun 1970. Bahasa B merupakan suatu bahasa pemrograman yang tidak memiliki jenis suatu data seperti halnya PL/M. Berdasarkan gambaran bahasa B, DENNIS RITCHIE menulis bahasa C. Nama C diambil berdasarkan urutan sesudah B dari bahasa BCPL. Tujuan bahasa C pada mulanya untuk membentuk suatu system operasi yang akan digunakan pada mesin komputer DEC PDP-11 yang baru. Pada tahun 1975, sistem operasi UNIX versi 6 dan bahasa C mulai diberikan kepa da Universitas maupun Akademi. Dan pada tahun 1979, system

Pengenalan Bahasa C

Operasi UNIX versi 7 dikeluarkan dengan bahasa C. Sistem operasi ini (versi 7) seluruhnya ditulis dalam bahasa C.Pada 1978 Dennis Ritchie dan Brian Kernighan kemudian mempublikasikan buku The C Programming Language yang semakin memperluas pemakaiannya dan dijadikan standar oleh ANSI (American National Standard Institute) pada tahun 1989. C kemudian dikembangkan lagi oleh Bjarne Stroustrup menjadi C++ (1986). C dan/atau C++ banyak digunakan (sehingga menjadi ‘standar’) sebagai bahasa pemrograman untuk membuat sistem operasi.

Rabu, 13 April 2011

Bentuk Molekul

Atom-atom dalam suatu molekul dapat tersusun dengan berbagai macam cara sehingga menghasilkan suatu bentuk tertentu pada molekul tersebut.Yang dimaksud dengan bentuk molekul adalah suatu gambaran geometris yang dihasilkan jika inti atom-atom yang terikat dihubungkan dengan garis lurus(ini menunjukan letak pasangan electron ikatan).

Misalnya untuk molekul beratom dua(diatomic) akan terbentuk linier karena dua titik membuat garis lurus.Bentuk geometris suatu molekul umumnya ditentukan berdasarkan data eksperimen,sehingga diperoleh aturan-aturan umum yang dapat digunakan untuk meramal bentuk molekul.

  • · Molekul diatomic selalu linier,Contoh,HCl
  • · Molekul triatomik selalu berbentuk planar(bidang datar,dapat lineer atau bengkok.Linier,bila atom pusatnya tidak mempunyai pasangan electron nonikatan,misalnya CSO(polar).Bengkok,bila atom pusat memliki pasangan electron nonikatan,Misalnya H2O
  • · Molekul caturatom dapat berbentuk planar atau piramida.Segitiga datar,bila atom pusat tidak memiliki pasangan electron nonikatan,misalnya BF3(nonpolar)
  • Piramida, bila atom pusatnya tidak mempunyai pasangan electron nonikatan,misalnya NH3(polar)
  • · Molekul pancaatom,umumnya berbentuk tetraeder.Misalnya,CH4(nonpolar)danCHcl (polar).

Bilangan Oksidasi

Bilangan Oksidasi adalah bilangan yang menyatakan banyaknya electron pada suatu atom yang terlibat dalam pembentukan ikatan.Bilangan oksidasi juga menunjukan muatan suatu ion dalam senyawa.BIlangan oksidasi dikenal juga sebagai valensi.

Dalam penerapanya,bilangan oksidasi unsure-unsur sebagai komponen suatu senyawa,harus memperhatikan beberapa aturan sebagai berikut:

Aturan pertama:

Bilangan oksidasi sebuah atom dalam sebuah unsure bebas(tidak terikat)adalah nol.

Aturan kedua:

Jumlah bilangan oksidasi semua atom dalam sebuah molekul atau satuan rumus adalah nol.Untuk sebuah ion,jumlah bilangan oksidasinya sama dengan muatan ion tersebut,baik besar maupun tandanya.

Aturan ketiga:

Dalam senyawanya,logam-logam alkali(Golongan 1A dalam table berkala),mempunyai bilangan oksidasi +1 dan untuk alkali tanah(Golongan 2A dalam table berkala),bilanga oksidasinya adalah +2.

Aturan keempat:

Dalam senyawanya,bilangan oksidasi hydrogen adalah +1,sedangkan untuk fluor -1.

Aturan kelima:

Dalam senyawanya oksigen mempunyai bilangan oksidasi -1.

Aturan keenam:

Dalam senyawa biner dengan logam,unsur-unsur golongan 7A,mempunyai bilangan oksidasi -1,golongan 6A -2 dan golongan 5A -3.

Uji HIpotesis

Hipotesis dapat diartikan sebagai asumsi atau pendugaan yang kita tentukan tentang nilai parameter untuk populasi.Keterangan sample digunakan untuk menguji kenalaran hipotesis.

Setelah sample diambil secara random dikumpulkan kita bandingkan statistic sample,misalnya rata-rata sample,dengan parameter dugaan,misalnya rata-rata populasi dugaan.Kemudian kita tentukan menerima atau menolaknilai dugaan seteliti mungkin.Nilai dugaan ditolak hasnya jika hasil sample secara tidak mungkin terjadi bahwa hipotesis benar.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa uji hipotesis dapat digunakan unutk menguji keberadaan nilai parameter,rata-rata,proporsi,maupun kondisi-kondisi tertentu.

Prosedur/langkah-langkah menguji hipotesis:

Langkah pertama:

Menentukan hipotesis nol(H0) dan hipotesis alternative (Ha). H0 merupakan hipotesis pendugaan parameter yang dibandingkan dengan hasil perhitungan dari sample. H0 ditolak hanya jika hasil perhitungan dari sample tidak mungkin memliki kebenaran terhadap hipotesis yang ditentukan terjadi. Ha diterima jika H0 ditolak.

Langkah Kedua:

Menetapkan tingkat signifikansi yang digunakan.Tingkat signifikasi adalah standart statistic yang digunakan untuk menolak H0.

Catatan tentang kesalahan Tipe 1 dan kesalahan tipe 2.

Jika digunakan tingkat signifikasi 5 persen berarti ada probabilitas sebesar 5 persen untuk penolakan H0.

‘Langkah ketiga:

Memilih uji statistic.Uji statistic akan merupakan salah satu dari karateristik sample,atau suatu versi yang di transformasikan dari statistic sample.

Langkah keempat:

Menentukan nilai keritis atau nilai-nilai uji statistic.Setelah langkah sebelumnya dilakukan,ada kemungkinan terjadi satu atau dua nilai,tergantung pada uji satu sisi atau dua sisi.

Langkah kelima:

Menghitung nilai hitung dari uji statistic.Misalnya,dalam pengujian rata-rata populasi yang ditentukan,suatu sample yang diambil secara random kita tentukan,kemudian nilai rata-rata sample kita hitung.

Langkah keenam:

Membuat keputusan.Nilai dari sample statistic yang diobservasi dibandingkan dengan nilai kritis dari uji statistic.Apabila nilai hitung dari uji statistic berada dalam penerimaan hipotesis nol maka kita putuskan untuk menerima hipotesis nol,dan sebaliknya.